Tampilkan postingan dengan label Syair Cinta Senyuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair Cinta Senyuman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tersenyumlah


Tersenyumlah..
walau langit tiada bintang dan mendung,
Di saat kesulitan membawa segudang duka
Ketika pekerjaan mu disiniskan orang
Belahan hati mu meninggalkan dirimu

Tiada mentari menyinari hidup yang kelam
Kesedihan melanda jiwa kosong hampa
Wajah tertunduk layu dan letih
Belahan hatimu membuat neraka di rumah
 Tersenyumlah...

Tersenyumlah
walau dunia penuh amarah dan dendam
Disaat engkau memberi , bukan disaat engkau meminta
Ketika semua janji padamu dikhianati
Kesengsaraan sedang mampir dikehidupanmu
kehilangan harta yang sangat berarti 

Bermuram durja, kesedihan yang berlarut, seolah hidup tiada arti
Cemberut dengan wajah masam menghilangkan kegembiraan
Hati bergejolak mau marah pada siapa saja yang ditemui
Dunia jadi gelap, melangkah tiada arah
Kehilangan kepercayaan diri, malu ketemu dengan siapa saja
Tersenyumlah

Jangan menyerah, syukurilah apa yang ada
Lepaskan segala gunda gulana yang menyesak hati
Kita tidak terlahir sempurna tapi kita buat hidup ini sempurna dan berarti
Sabarlah dan jangan putus asa
Kesedihan itu membuat hidup makin keruh
Amarah itu mengerogoti dan mmembuat buram cahaya hati
Perangi keputusasaan dengan semangat berkarya

Tersenyumlah dengan dengan hati yang tulus dan ikhlas
Semua bunga ditaman, di hutan bermekaran turut tersenyum
Ikan di laut, di sungai, semua binatang turut tersenyum
Langit, bintang-bintang, semua semesta alam ikut tersenyum
Orang-orang sekitarmu turut tersenyum
Percayalah, senyumanmu membuka pintu kesuksesanmu 
Kembalikan percaya dirimu, masih banyak orang mencintaimu

Hidup ini indah bukan ditentukan hari kemarin....
Menyesali hari kemarin tak akan pernah mengembalikannya
Hidup ini indah bukan ditentukan uang dan harta
Jangan jual kebahagiaan mu dengan uang dan harta
Berpikir dan berjiwa  besarlah
Tetaplah tersenyumlah

Tersenyumlah
Ajak hati dan jiwa mengadu pada Allah
Damaikan hati,  tenangkan jiwa
Dan dengarkan semua firmanNya
"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami" (QS: Fathir:34)
"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati" (Qs: Ali Imran:139)
"Janganlah kamu bersedih sesungguhnya Allah selalu bersama kita (QS:At-Taubah:40)

Sungguh kita sangat butuh pada senyuman, wajah yang selalu berseri, hati yang
lapang dan gembira, akhlak yang menawan, jiwa yang lembut,  dan pembawaan
yang tidak kasar, perkataan yang penuh sopan santun. Dengan senyumanmu yang
tulus dan ikhlas menghantar dirimu dicintai Allah dan orang-orang disekitarmu.
Senyumanmu ...Ciptakan surga di dunia ini.

Jadikan kata ini semangat hidupmu setiap hari: "Banyak senyum, Banyak Senang,
Banyak rezeki saya, dan Tuhan makin mencintai saya"

Sekarang.........Tersenyumlah!!!

Kamis, 20 Oktober 2011

Senyuman Syahid

Senyuman syahid.. Al-Mabhuh, petinggi Hamas yang dibunuh Mossad

Rahmaan Rahiim 

Rasul Saw juga bersabda ;
ما من عبد يموت له عند الله خير يسره أن يرجع إلى الدنيا وأن له الدنيا وما فيها إلا الشهيد لما يرى من فضل الشهادة فإنه يسره أن يرجع إلى الدنيا فيقتل مرة أخرى
Tidak ada seorang hamba yang mati, baginya terdapat kebaikan disisi Allah yang ingin kembali kedunia dan baginya dunia dan apa yang ada didalamnya kecuali Syahid, karena apa yang ia lihat berupa keutamaan syahadah. Sesungguhnya ia ingin kembali kedunia untuk dibunuh sekali lagi. (HR. Bukhari)
 
Allah berfirman ;
فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ 
Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik. (Ali Imron 195)

Rasul Saw bersabda ;
يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
Diampuni bagi syahid semua dosa kecuali hutang (HR. Muslim)

Imam Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda ;
للشهيد عند الله ست خصال يغفر له في أول دفعة ويرى مقعده من الجنة ويجار من عذاب القبر ويأمن من الفزع الأكبر ويوضع على رأسه تاج الوقار الياقوتة منها خير من الدنيا وما فيها ويزوج اثنتين وسبعين زوجة من الحورالعين ويشفع في سبعين من أقاربه
Bagi syahid disisi Allah terdapat enam bagian, diampuni (dosanya) seketika, ia melihat tempat tinggalnya disurga, ia diselamatkan dari azdab kubur, ia aman dari hari kiamat, diletakkan diatas kepalanya mahkota Al-Waqar (keagungan) yang batu yaqut darinya lebih baik dari dunia seisinya, ia dinikahkan dengan tujuhpuluh dua bidadari dan diberikan izin memberi syafaat tujuh puluh kerabatnya. (HR. Tirmidzi)
 
Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasul saw bersabda ;
مَنْ طَلَبَ الشَّهَادَةَ صَادِقًا أُعْطِيَهَا وَلَوْ لَمْ تُصِبْهُ
Barang siapa mencari Syahadah dengan sungguh-sungguh ia akan diberikannya walaupun Syahadah tidak menimpanya. (HR. Muslim)
 
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ
Barang siapa meminta syahadah dengan sungguh, Allah akan menempatkannya pada tempatnya para syuhada walaupu ia mati di tempat tidurnya. (HR. Muslim)

Sungguh gagah..kau pahlawan ku
Saat kau menerima hujanan peluru, hantaman bom
Detik-detik terakhir napas meninggalkan ragamu
Engkau Menerima kematian dengan ikhlas dan senyum kebahagian
Tiada penyesalan, tiada ketakutan

Kematianmu meninggalkan jejak sejarah syahid
Ragamu wangi kesturi dan ringan bagai tanpa beban
Bidadari syurga siap menjemput dan menjamu mu
Kematian mu menakutkan musuh-musuhmu kaum kafir
Karena Ribuan syuhada siap mengikuti jejak syahidmu
Genderang perang belum berakhir sampai bumi Palestina terbebaskan

Aku di sini jauh dari medan perang 
Ingin mendapat Magfirah dan Kemulian mejadi syahid
Senyum syahid Pahlawanku menghujam hatiku yang terdalam
Tegarkan jiwa menghadapi kaum kafir dan propagandanya
Ya Allah..pertemukan senyuman syahid pahlawan ku dengan senyuman kematianku

Semoga Allah memuliakan kita dengan syahadah dan menempatkan kita bersama para nabi, shiddiiqiin, para syuhada’ dan orang-orang saleh. Waallahu A’lam

SubhanAllah

Senyuman Sempurna

Senyuman Sempurna dan kekal

Rahmaan Rahiim
Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu beliau, menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata,” Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, budi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas…..” (Riwayat At-Tirmidzi)

Anas bin Malik berkata, “Rasulullah adalah orang yang paling mulia akhlaknya, paling lapang dadanya, dan paling luas kasih sayangnya, suatu hari aku diutus Nabi untuk suatu keperluan, lalu aku berangkat. Di tengah jalan, aku menemui anak-anak yang sedang bermain. Dan aku pun ikut bermain bersama mereka sehingga aku tidak jadi memenuhi suruhan beliau. Ketika aku sedang asyik bermain, tanpa sadar, ada seorang berdiri memperhatikan di belakangku dan memegang pundakku. Aku menoleh ke belakang dan aku melihat rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam tersenyum kepadaku lalu berkata, ‘Wahai Unais apakah engkau telah mengerjakan perintahku?’ Aku pun bingung dan berkata, ‘Ya, aku akan pergi sekarang ya Rasulullah!’ Demi Allah, aku telah melayani beliau selama sepuluh tahun dan beliau tidak pernah berkata kepadaku, ‘mengapa kau kerjakan ini? Mengapa kau tidak mengerjakannya?’”.

Menghadapi ancaman dari utusan kafir besar pun Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam masih tersenyum. Cerita tersebut bermula dari Abdullah ibn Hudzafah yang mengantarkan surat ajakan masuk Islam dari rasulullah kepada kisra, raja Persia. Singkat cerita kisra yang marah setelah setelah membaca surat dari Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam ingin menangkap Abdullah ibn Hudzafah yang keburu pulang. Maka, Kisra menyuruh Badzan, wakilnya di Yaman, untuk mengutus dua oarng kuat dari Hijaz untuk membawa kembali Abdullah bin Hudzafah.
Setelah menemui Nabi Shallahu ‘alaihi wa Sallam, dua utusan itu memberikan surat badzan dan berkata, “Maharaja Kisra menulis surat kepada raja kami, Badzan, untuk menjemput kembali orang yang datang kepadanya beberapa hari yang lalu. Kami datang untuk menjemputnya. Jika engkau mengizinkan, Kisra mengucapkan terima kasih kepadamu dan membatalkan niatnya untuk menyerangmu. Jika engkau enggan mengizinkannya, maka dia sebagaimana engkau ketahui, kekuatannya akan memusnahkanmu dan kaummu”.
Rasulullah pun tersenyum dan berkata kepada utusan itu, “Sekarang pulanglah kalian berdua dan besok kembali lagi”.

Keesokan harinya, utusan itu kembali menemui Nabi Shallahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata, “Apakah engkau telah mempersiapkan apa yang akan kami bawa menemui Kisra?”.
Nabi berkata, “Kalian berdua tidak akan menemui Kisra setelah hari ini. Allah akan membunuhnya. Pada malam ini, bulan ini, anaknya, Syirawaih akan membunuhnya”.
Mereka menatap tajam wajah rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam mereka terlihat sangat geram lalu berkata,”Kau sadar apa yang kau ucapkan? Kami akan mengadukanmu kepada Badzan”.
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam, “Silahkan! Katakan kepadanya, ‘Agamaku akan sampai dan tersebar di kerajaan Kisra.’ Dan kamu, jika engkau masuk Islam aku akan menjadikan raja bagi kaummu”.
Kedua utusan itu pergi dari hadapan Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Mereka langsung mnemui Badzan dan menceritakan apa yang telah terjadi. Badzan berkata, “Jika benar apa yang kalian katakan, berarti dia benar adalah seorang nabi. Jika tidak, kita lihat a[pa yang akan terjadi”.
Benarlah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Syirawaih membunuh Kisra. Lalu masuklah Badzan ke Islam, demikian juga orang-orang Furs dan Yaman.

Terhadap orang-orang kafir yang terkalahkan saat pembukaan kota mekkah, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam pun membebaskan mereka sembari tersenyum. Tidak ada pembalasan dendam disertai kebencian walaupun perbuatan orag kafir saat kaum muslim masih si mekkah sangat keji.
Inilah yang dikatakan Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam saat bertemu dengan orang kafir yang telah kalah ketika Fathu Makkah, “Wahai segenap kaum Quraisy…! Apakah menurut sangkaan kalian, yang akan aku lakukan terhadap kalian?”
Mendengar itu tampillah musuh Islam kemarin, Suheil bin ‘Amar, memberikan jawaban, “Sangka yang baik…! Anda adalah saudara kami yang mulia…,dan putera sauara kami yang mulia…!.
Sebuah senyuman yang bagaikan cahaya, tersungging di kedua bibir Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam kekasih Allah itu, lalu serunya:”Pergilah kalian…!Semua kalian bebas…!.
Demikianlah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Saat menghadapi masalah yang menjengkelkan manusia biasa, saat berhadapan dengan orang yang menyakiti beliau, saat berhadapan dengan musuh, beliau masih menyerupakan seorang yang menebarkan senyum. Subhanallah !

Meskipun beliau seseorang yang senantiasa menebarkan senyuman, namun beliau pun menempatkan senyuman pada tempatnya. Bila peraturan-peraturan Allah dilanggar, wajah beliau akan memerah karena marah. ‘Aisyah Radliyallahu’anha menuturkan kepada kita, yang artinya, “Pada suatu ketika, Rasulullah baru kembali dari sebuah lawatan. Sebelumnya ku telah menirai pintu rumahku dengan korden tipis yang bergambar. Kitika melihat gambar tersebut Rasulullah langsung merobeknya hingga berubah rona wajah beliau seraya berkata, “Wahai ‘Aisyah ! sesungguhnya orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah”. (Muttafaq ‘Alaih)

Senyum masih tersungging pada wajah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam jika ada perlakukan yang tidak mengenakkan ditimpakan kepada beliau. Namun jika perlakukan tidak benar itu sudah menyentuh wilayah syariah Allah Subhanahu wa Ta’ala , maka beliau pu bertindak tegas.
Siapa saja yang ingin mengikuti rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam, maka ikutilah pula bagaimana rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dalam beramah tamah dan mudah menebarkan senyuman. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam bukanlah pribadi yang bermuka sangar dengan mata tajam mengerikan dan rona wajah yang cemberut. Beliau adalah seseorang yang senantiasa tersenyum, bahkan pada orang yang menyakiti dan perilaku menjengkelkan. Walaupun demikian, beliau adalah juga seorang yang tegas dalam masalah kebenaran.
 
Amarah tidak permah diingat orang
Tapi senyuman selalu membekas dalam setiap jiwa
Senyuman dikenang menjadi monumen keabadian kehidupan

Dia tidak minta bayaran tapi harganya sungguh tak ternilai
Dia memperkaya bagi yang menerimanya tapi tak membuat melarat yang memberinya

Dia hanya terjadi sekejap tetapi kenangan tentangnya bertahan begitu lama
Tak seorang pun walau begitu kaya mampu bertahan tanpa dia
Dan tak seorang pun yang miskin menjadi kaya karena memanfaatkanya

Dia menciptakan kebahagian untuk orang lain
Dia memberi rasa dalam letih
Dia memberi terang dalam keputusasaan
Sinar mentari dalam kehidupan
Penangkal bagi kesulitan
Namun dia tidak bisa dibeli, dipinjam dan dicuri
Karena dia sesuatu yang tidak berguna sebelum diberikan kepada oranga lain



Kau begitu sempurna dalam hidupku
Kau begitu indah menawan hatiku
Kau membuat diriku dikenang selamanya
Janganlah kau tinggalkan diriku
Ku tak mampu hadapi semua tanpa dirimu
 
Kau hiasi wajahku di setiap langkahku
Kau ku puja di setiap tarikan napasku
Tak bisa ku bayangkan tanpa bersamamu
Kau adalah hidupku lengkapi diriku
Kau yang ku sayangi dan ku cintai
Anugerah terbesar dalam hidupku

Kau begitu menyempurnai diriku
Menghapus semua sesalku
Menyinari kelamku dalam keputusasaan
Memberi bahagia pada orang lain
Jangan pernah kau tinggalkan diriku
Hanya bersamamu hatiku sempurna
 
Kau peluk diriku saat diri ku lelah dan terjatuh
Menemani kesendirianku
Jangan pernah kau terhapus dari ingatanku
Ku tak sanggup tanpa bersamamu
Kau adalah SENYUMAN ku ..sempurna dan kekal


SubhanAllah